Dropship vs Affiliate Marketing: Perbedaan dan Kelebihannya

Share dulu, dong!

Dropship vs Affiliate Marketing – Semakin berkembangnya era digital, bisnis online pun semakin berkembang. Sekarang tidak hanya bisnis sistem dropship yang diminati oleh masyarakat karena kemudahannya, ternyata ada model bisnis affiliate marketing yang semakin dilirik karena caranya yang mudah, semudah update status saja.

Namun, jika kamu masih bingung ingin menjalankan metode bisnis yang mana, ketahui terlebih dahulu perbedaan antara dropship dan affiliate marketing.

Perbedaan Dropship dan Affiliate Marketing

Perbedaan Dropship vs Affiliate Marketing
Perbedaan Dropship vs Affiliate Marketing

Walaupun sama – sama memberikan kemudahan dalam berbisnis online, perbedaan dropship dan affiliate marketing ini bisa jadi pertimbangan kamu untuk memilih metode bisnis mana diantara keduanya. Perbedaannya adalah:

#1. Sistem keuntungan bisnis

Yang paling membedakan antara dropship dan affiliate marketing, sistem keuntungan bisnisnya, jika affiliate marketing mendapatkan keuntungan melalui komisi dari presentase pembelian yang menggunakan kode referral, sedangkan sistem keuntungan dropship bisa lebih besar hasil dari selisih harga jual dan nilai dari supplier.

Seperti keuntungan sistem dropship di Dropshipaja, kamu bisa mendapatkan keuntungan produk hingga margin 100%. Misalnya harga dari Dropshipaja adalah 50ribu kamu bisa mengambil keuntungan 50 hingga 100ribu.

Jika sehari kamu bisa menjual 3 pcs saja, maka dalam sebulan kamu bisa mendapatkan 4,5 juta rupiah, keuntungannya hampir bahkan bisa lebih dari gaji UMR.

Namun untuk bisa mendapatkan keuntungan dengan margin 100% ini, kamu harus bergabung dengan komunitas Dropshipaja terlebih dahulu, dan mulai jualan dengan keuntungan yang maksimal.

#2. Modal Bisnis

Perbedaan kedua adalah modal bisnis, meskipun sama – sama modalnya minim, terdapat perbedaan yang signifikan.

Dropship bisa dilakukan siapa saja, namun untuk affiliate marketing tidak, karena kamu perlu memerlukan modal setidaknya aktif di sosial media dan punya banyak followers.

#3. Konten Marketing

Konten marketing memang penting untuk kegiatan promosi, namun untuk konten dropship lebih ringan dibandingkan affiliate. Dalam bisnis dropship, konten marketing bisa dilakukan hanya dengan mengupload katalog produk saja, deskripsi produk dan apapun yang terkait dengan produk. Namun affiliate, kamu harus membuat konten marketing berupa foto, video, personal branding dari akun kamu yang dapat menarik perhatian calon pelanggan.

#4. Saluran Promosi

Perbedaan dropship dan affiliate berikutnya adalah saluran promosi. Biasanya affiliate memerlukan akun sosial media dengan pengikut yang banyak untuk bisa mendapatkan keuntungan.

Sedangkan untuk dropship, kamu bisa memanfaatkan saluran promosi apapun, dari mulai akun sosial media, whatsapp hingga iklan.

Kelebihan Sistem Dropship dan Affiliate Marketing

Namun selain perbedaan diatas, keduanya memiliki keuntungan atau kelebihan yang sama dan bisa menjadi kemudahan untuk kamu. Kelebihan diantara dua metode bisnis ini adalah;
Bisa Dijalankan Secara Fleksibel.

Kelebihan dari dropship dan affiliate ini adalah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Kedua model bisnis ini bisa dilakukan secara fleksibel karena sistemnya online.

Oleh karena itu banyak masyarakat yang menekuni dropship dan affiliate, mudah, fleksibel dan bisa menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.

#1. Operasional Mudah Dilakukan

Operasional memang perlu dipikirkan jika menjalankan sebuah bisnis, namun untuk dropship dan affiliate marketing, kamu tidak perlu memikirkan soal operasional produk karena sudah diurus oleh pihak supplier.

Kamu hanya perlu fokus pada penjualan dan pemasaran saja tanpa harus mengurus operasional produk.

#2. Risiko Kerugian Minim

Keduanya memiliki risiko kerugian minim karena semua operasional sudah ditanggung oleh supplier. Kamu hanya perlu memikirkan strategi pemasaran untuk menarik konsumen saja.

#3. Modalnya Minim

Untuk menjalankan model bisnis dropship dan affiliate marketing ini kamu tidak perlu modal besar, modalnya minim hanya perlu memakai smartphone dan kuota internet saja. Karena modalnya minim, banyak orang yang menekuni model bisnis keduanya.

Nah itulah perbedaan dan kelebihan dari dropship dan affiliate marketing. Semoga kamu sudah yakin untuk memilih model bisnis yang mana lewat pertimbangan dari artikel ini.

Sumber gambar: Canva.com

Duwita Sari

Duwita Sari

Halo.. Nama saya Desnita Devi seorang Freelancer dan salah satu admin di blog Androkit. Senang berbagi tips dan pengalaman saya selama terjun di dunia sebagai freelancer. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *