Simulasi Biaya Denda IVOJI

Share dulu, dong!

Kalau kita telat bayar, kira-kira berapa biaya denda IVOJI? Apakah tidak ada biaya denda dan apa dampak bagi kita jika kita tidak bayar tagihan di aplikasi ini? Beberapa waktu yang lalu, kita sudah menjelaskan mengenai keberadaan DC Lapangan IVOJI. Kamu bisa baca artikelnya di sini.

IVOJI merupakan salah satu platform pinjaman daring yang menawarkan kemudahan akses pinjaman dana tambahan atau darurat tanpa harus mengorbankan jaminan berharga.

Akan tetapi, di balik kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan oleh layanan ini, terdapat perluasan penting yang sering kali terabaikan oleh para pengguna: yaitu biaya denda IVOJI. Bagaimana sebenarnya simulasi biaya denda pinjaman online IVOJI ini mempengaruhi penggunanya?

Persentase Biaya Keterlambatan IVOJI

Saat kita meminjam uang dari layanan online seperti IVOJI, terkadang kita melewatkan tenggat waktu pembayaran. Dan ya, di balik kenyamanan pinjaman online, ada biaya keterlambatan yang tersembunyi. Di IVOJI, biaya ini mencapai 0,6% dari jumlah pinjamanmu.

Tapi tunggu dulu, apa artinya 0,6%? Ini adalah gabungan dari bunga harian dan denda atas keterlambatan. Dan percayalah, jika terus dibiarkan, ini bisa memengaruhi keuanganmu lebih dari yang kamu perkirakan.

Simulasi Biaya Denda IVOJI, Berapa Persen?

Biaya Denda IVOJI

Nah, berikut ini kami sajikan tabel simulasi biaya keterlambatan dengan jumlah pinjaman dimulai dari Rp500.000 s/d Rp3.000.000, persentase biaya 0,6%.

Pinjaman (Rp)Telat 3 Hari (Rp)Telat 10 Hari (Rp)Telat 30 Hari (Rp)
500.0009.00030.00090.000
600.00010.80036.000108.000
700.00012.60042.000126.000
800.00014.40048.000144.000
900.00016.20054.000162.000
1.000.00018.00060.000180.000
1.500.00027.00090.000270.000
2.000.00036.000120.000360.000
2.500.00045.000150.000450.000
3.000.00054.000180.000540.000
Ini hanya sebuah simulasi biaya denda IVOJI

Risiko Keterlambatan Pembayaran di Pinjaman Online IVOJI

Ada satu hal yang kerap terabaikan: risiko dari keterlambatan pembayaran. Meskipun terlihat remeh, ini bisa menjadi titik balik yang signifikan dalam keuangan pribadi.

1. Denda Bertambah dengan Waktu

Ketika tenggat waktu pembayaran terlewati, perhitungan biaya keterlambatan mulai berputar. IVOJI menetapkan persentase biaya keterlambatan sebesar 0,6% per hari dari total pinjaman yang belum dibayarkan. Seolah ini seperti bola salju, semakin lama keterlambatan, semakin besar pula biaya tambahan yang harus dibayarkan.

2. Potensi Dampak Finansial yang Besar

Angka 0,6% mungkin terlihat kecil, tapi jangan terkecoh! Ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas. Bayangkan saja, keterlambatan pembayaran 30 hari pada pinjaman Rp1.000.000 bisa membawa tambahan biaya Rp180.000. Ini hampir sama dengan membayar dua bulan angsuran.

3. Mempengaruhi Skor Kredit

Selain biaya tambahan, keterlambatan pembayaran juga bisa berdampak pada skor kreditmu. Ini adalah jejak yang bisa membayangi kemampuanmu mendapatkan pinjaman di masa depan. Keterlambatan pembayaran tercatat dan bisa mengurangi kepercayaan institusi keuangan pada kemampuanmu sebagai peminjam yang dapat diandalkan.

4. Gangguan dalam Kegiatan Harian

Risiko lain dari telat bayar IVOJI adalah intensitas kontak dari pihak penagih. Mereka akan terus menghubungi, bahkan di waktu yang mungkin mengganggu kegiatan kerja atau aktivitas sehari-hari. Situasi ini bisa menjadi stresor tambahan, mempengaruhi fokus dan produktivitas.

Kesimpulan

Dengan adanya tabel simulasi biaya denda IVOJI ini sekiranya dapat membantu teman-teman menggambarkan perkiraan biaya yang harus kamu bayar beserta dengan bunga hariannya.

Keterlambatan pembayaran menjadi salah satu risiko utama. Biaya keterlambatan sebesar 0,6% per hari dari total pinjaman dapat dengan cepat membengkak menjadi beban finansial yang signifikan. Selain itu, tidak hanya dampak finansial, tetapi juga potensi gangguan pada kegiatan harian akibat intensitas penagihan dapat menjadi beban tambahan yang tidak diinginkan.

Hendri

Hendri

Hai! perkenalkan, saya Hendri Fernando Sinaga. Pernah bekerja salah satu koperasi simpan pinjam terbesar di Jawa Barat dari tahun 2010. Dan sekarang saya lebih fokus sebagai penulis artikel blog tentang pinjaman online. Lewat tulisan ini saya ingin berbagikan informasi pengalaman saya di dunia fintech.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *